Info TerbaruOMODA JAECOO Palembang

Baterai Mobil Listrik Tahan Berapa Lama? Kenali LFP CATL pada JAECOO J5 EV

“Kalau beli mobil listrik, baterainya bisa tahan berapa tahun?” Ini mungkin menjadi salah satu pertanyaan yang paling sering muncul sebelum seseorang...

Baterai Mobil Listrik Tahan Berapa Lama? Kenali LFP CATL pada JAECOO J5 EV — OMODA JAECOO Palembang

Wajar. Baterai adalah salah satu komponen terpenting sekaligus komponen dengan nilai paling besar pada sebuah mobil listrik. Karena itu, banyak calon pengguna masih khawatir baterai akan cepat menurun atau harus diganti setelah beberapa tahun.

Salah satu hal yang perlu diketahui adalah jenis baterai yang digunakan.

JAECOO J5 EV menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) dari CATL, salah satu teknologi baterai yang dikenal memiliki karakteristik umur siklus yang panjang.

Lalu, sebenarnya berapa lama baterai mobil listrik bisa bertahan?

Baterai LFP Bisa Mencapai Ribuan Siklus

Untuk membahas umur baterai, kita tidak hanya melihat usia dalam hitungan tahun.

Ada istilah cycle life, yaitu jumlah siklus pengisian dan pengosongan baterai yang dapat dilalui sebelum kapasitasnya mengalami penurunan tertentu.

Sebagai gambaran konservatif, baterai LFP dapat menggunakan patokan sekitar 3.000 siklus dalam pembahasan umur siklus baterai.

Namun, perlu dipahami bahwa 1 siklus bukan berarti satu kali colok charger.

Jika hari ini baterai digunakan dari 100% ke 70%, kemudian diisi kembali, itu baru sekitar 30% dari satu siklus penuh.

Penggunaan 30% + 30% + 40% secara akumulatif kurang lebih setara dengan satu equivalent full cycle.

Karena itu, menghitung umur baterai hanya berdasarkan berapa kali mobil dicas akan memberikan gambaran yang keliru.

Kalau 3.000 Siklus, Berarti Bisa Berapa Lama?

Mari gunakan contoh sederhana.

Misalnya sebuah mobil digunakan dengan konsumsi energi yang setara dengan 20% kapasitas baterai per hari.

Dalam lima hari, penggunaan tersebut secara akumulatif kira-kira setara dengan satu siklus penuh.

Jika menggunakan angka ilustrasi 3.000 siklus, maka secara matematis:

3.000 siklus × 5 hari = 15.000 hari

atau sekitar 41 tahun.

Tetapi angka tersebut bukan berarti baterai JAECOO J5 EV pasti bertahan 41 tahun.

Kenapa?

Karena baterai tidak hanya mengalami cycle aging, tetapi juga calendar aging. Artinya, baterai tetap mengalami proses penuaan seiring waktu meskipun kendaraan tidak terus-menerus digunakan.

Selain itu, kondisi penggunaan di dunia nyata berbeda dengan pengujian laboratorium.

Jadi, angka 3.000 siklus sebaiknya dipahami sebagai gambaran ketahanan siklus baterai, bukan janji bahwa sebuah battery pack akan bertahan selama jumlah tahun tertentu.

Kenapa JAECOO J5 EV Menggunakan Baterai LFP?

JAECOO J5 EV menggunakan baterai dengan teknologi LFP (Lithium Iron Phosphate).

LFP merupakan salah satu jenis lithium-ion yang banyak digunakan pada kendaraan listrik karena memiliki karakteristik yang mendukung penggunaan jangka panjang.

Beberapa karakteristik yang membuat LFP menarik antara lain:

  • Memiliki cycle life yang panjang
  • Memiliki karakteristik termal yang baik
  • Tidak menggunakan nikel dan kobalt sebagai material katoda
  • Cocok untuk penggunaan kendaraan sehari-hari
  • Memiliki karakteristik kimia yang relatif stabil

Namun, performa baterai tidak hanya ditentukan oleh jenis kimianya.

Battery Management System (BMS), sistem pendinginan, desain battery pack, temperatur, dan pola charging juga ikut menentukan bagaimana baterai bertahan selama digunakan.

CATL: Baterai yang Digunakan JAECOO J5 EV

Baterai merupakan bagian yang sangat penting dalam sebuah mobil listrik. Karena itu, bukan hanya jenis sel yang perlu diperhatikan, tetapi juga siapa yang memproduksi teknologi baterainya.

JAECOO J5 EV menggunakan baterai CATL dengan teknologi LFP.

CATL merupakan perusahaan teknologi baterai yang mengembangkan berbagai solusi baterai untuk kendaraan listrik.

Dalam pengembangan baterai kendaraan listrik, CATL juga menempatkan aspek safety, reliability, dan longevity sebagai bagian dari pengembangan teknologinya.

Artinya, ketika membicarakan baterai JAECOO J5 EV, bukan sekadar berbicara mengenai “baterai listrik”, tetapi mengenai sebuah sistem yang terdiri dari sel baterai, battery pack, BMS, sistem thermal management, sensor, dan sistem perlindungan lainnya.

Apakah Baterai LFP Aman untuk Penggunaan Harian?

Salah satu alasan LFP banyak digunakan pada kendaraan listrik adalah karakteristik stabilitas termalnya.

Namun, bukan berarti temperatur tidak berpengaruh.

Suhu tinggi tetap dapat mempercepat proses degradasi baterai.

Karena itu, sistem manajemen temperatur dan cara kendaraan mengelola baterai menjadi bagian penting dari keseluruhan sistem kendaraan listrik.

Hal ini juga relevan untuk penggunaan di Indonesia yang memiliki iklim tropis.

Baterai yang dirancang dengan baik tidak hanya membutuhkan sel berkualitas, tetapi juga membutuhkan sistem yang mampu menjaga baterai tetap berada pada kondisi kerja yang sesuai.

Baterai Tidak Langsung “Mati” Saat Mengalami Degradasi

Ini salah satu hal penting yang sering disalahpahami.

Baterai mobil listrik tidak bekerja seperti lampu yang tiba-tiba mati ketika masa pakainya habis.

Seiring waktu dan penggunaan, kapasitas baterai dapat menurun secara bertahap.

Misalnya, sebuah baterai memiliki kapasitas tertentu ketika masih baru. Setelah digunakan selama bertahun-tahun, kapasitasnya mungkin tidak lagi sama seperti ketika pertama kali keluar dari pabrik.

Dampaknya terutama terlihat pada jarak tempuh maksimum.

Jadi, ketika membahas umur baterai, yang lebih relevan bukan:

“Kapan baterainya mati?”

Tetapi:

“Seberapa baik kapasitas baterai tetap terjaga selama digunakan?”

Apa yang Bisa Membuat Baterai Lebih Cepat Menurun?

Tidak ada satu faktor yang menentukan umur baterai.

Beberapa hal yang dapat memengaruhi degradasi antara lain:

1. Temperatur

Paparan temperatur tinggi dalam jangka panjang dapat mempercepat proses degradasi baterai.

2. Pola Charging

Kebiasaan mengisi dan menggunakan baterai pada kondisi ekstrem secara terus-menerus dapat memberikan beban lebih besar dibanding penggunaan yang lebih terkontrol.

3. Fast Charging

Fast charging sangat berguna ketika membutuhkan pengisian dalam waktu singkat. Namun, frekuensi dan kondisi saat fast charging juga menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan baterai.

4. Kondisi Penyimpanan

Baterai yang terlalu lama berada pada kondisi sangat penuh atau sangat rendah juga dapat memengaruhi proses penuaannya.

5. Pola Penggunaan

Cara kendaraan digunakan sehari-hari juga berpengaruh terhadap jumlah siklus yang terakumulasi.

Jadi, Berapa Lama Baterai JAECOO J5 EV Bisa Bertahan?

Jawaban yang paling tepat adalah:

tidak ada angka tahun yang bisa dijamin hanya berdasarkan jenis baterainya.

Namun, penggunaan baterai LFP dengan karakteristik cycle life ribuan siklus memberikan dasar bahwa baterai memang dirancang untuk digunakan dalam jangka panjang.

Dengan menggunakan angka konservatif ±3.000 siklus sebagai gambaran, kita bisa melihat bahwa baterai tidak dirancang hanya untuk beberapa ratus kali pengisian.

Dan yang perlu diingat, satu kali charging bukan berarti satu siklus penuh.

Pengguna yang setiap hari hanya menggunakan sebagian kapasitas baterai akan mengakumulasi siklus secara bertahap.

Karena itu, umur aktual baterai JAECOO J5 EV akan sangat bergantung pada pola penggunaan, jarak tempuh, temperatur, kebiasaan charging, dan bagaimana sistem kendaraan menjaga kondisi baterainya.

JAECOO J5 EV: LFP untuk Penggunaan Sehari-hari

JAECOO J5 EV dirancang sebagai SUV listrik yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan baterai LFP dari CATL, pengguna mendapatkan teknologi baterai yang memiliki karakteristik cycle life panjang dan dirancang untuk penggunaan berulang.

Jadi, kekhawatiran bahwa “baterai mobil listrik cuma tahan beberapa tahun” sebaiknya tidak langsung menjadi alasan untuk menghindari mobil listrik.

Yang lebih penting adalah memahami teknologi baterai, sistem pengelolaannya, pola penggunaan, serta bagaimana kapasitas baterai mengalami degradasi dari waktu ke waktu.

Kesimpulan

Baterai mobil listrik bisa digunakan dalam jangka panjang.

Pada JAECOO J5 EV, penggunaan baterai LFP dari CATL menjadi salah satu bagian penting dari teknologi kendaraan.

Dengan menggunakan patokan konservatif sekitar 3.000 siklus, kita dapat melihat bahwa umur siklus baterai berada pada skala ribuan penggunaan, bukan hanya ratusan kali charging.

Tetapi angka tersebut bukan janji umur dalam hitungan tahun.

Yang menentukan umur nyata baterai adalah kombinasi antara kualitas baterai, sistem manajemen baterai, temperatur, pola charging, jarak tempuh, dan cara kendaraan digunakan.

Jadi, sebelum bertanya “kapan baterainya rusak?”, pertanyaan yang lebih tepat adalah:

“Bagaimana menjaga kapasitas baterai tetap optimal selama mobil digunakan?”

Dan di situlah teknologi baterai LFP serta sistem pengelolaan baterai memiliki peran penting.

JAECOO Palembang

Butuh harga, simulasi kredit, atau jadwal test drive?

Alvan siap bantu cek informasi terbaru JAECOO di Palembang dan mengarahkan kamu ke langkah berikutnya.

WhatsApp Alvan